Postingan

You are REAL

Semilir angin di teriknya siang ini serasa menghipnotis. Mataku tak kuasa untuk tetap terjaga. Ujian Try-out sesi terakhir akan berakhir 50 menit lagi. Dan aku mengantuk. Ku alihkan perhatianku pada lalu lintas di luar. Dari jendela terlihat satu-dua motor yang lewat. Motor ketiga, keempat, kelima. Ah, mataku. Memang sudah terlalu lelah untuk dipaksa terjaga. Suasana kelas lantai dua memang cukup penat. Hanya ada satu kipas angin di sudut ruangan. Menoleh ke kanan dan kiri, tak kenal lelah. Mataku terpejam. Ku tenggelamkan wajahku di sela-sela telapak tangan yang ku tumpukan pada dahi. Aku tertidur. Beberapa menit berlalu ketika tiba-tiba ada yang memanggilku. "Bu, minta kertas lagi." Hari ini matematika. Tidak heran jika suasananya tegang. Namun tak lama setelah itu, keadaan kelas diwarnai dengan gumaman anak-anak yang saling berdiskusi di sela-sela laptop yang menampilkan soal-soal ujian percobaan tersebut. Computer Basis Test, telah mulai diterapkan di sekolah ...

Korean "Fusing"

Hari itu gue sial nggak ketulungan. Gimana nggak? Jadi gini ceritanya... Helen, adek perempuan gue, ngajakin ke suatu cafe rumahan yang ngejual makanan Korea. Sumpah sial banget dan gue kapok datang lagi ke sana. Amit-amit. Masakannya nipu abis. Judulnya sih Korean Fusion. Tapi sebenernya Korean "Fusing" kali tuh. Fusing banget lidah gue setelah kena "jebakan batman". Gue dan si bungsu mesen satu porsi kimchi (jangan ditambah "L" ya..), satu porsi ttobuki, jus buah naga dan milkshake cokelat. Bener-bener nggak sesuai dengan bayangan gue. Rasanya ancur banget. Pantes aja sepi banget nih cafe, udah kayak kuburan. Ya maklum sih, namanya juga usaha rumahan. Dan yang jelas juru masaknya udah pasti nggak bisa dibandingin sama resto gede, kayak Ichiban Sushi misalnya, yang udah jelas kondang dimana-mana. Sumpah, itu pengalaman paling asem yang pernah gue alamin selama hunting kuliner. Entah karena resepnya yang memang ancur, atau memang ka...

My "Big Bang"

Titik ini pasti pernah dialami oleh semua manusia. Titik ini membawa mereka pada kesedihan yang dalam, keterpurukan seringkali menghantui mereka, bahkan beberapa ada yang berpikir bahwa hidupnya tidak berharga. Titik ini memaksa manusia berpikir negatif tentang dirinya. Titik ini bernama titik terendah dalam hidup manusia. Aku pribadi menyebutnya dengan "Big Bang". Apakah aku ini sampah? Apa seharusnya aku tidak dilahirkan? Apa gunanya lagi aku hidup? Apa mereka bahkan peduli jika aku tidak lagi ada di dunia? Pergolakan batin seperti itu yang seringkali menghantui manusia setiap malam. Sebelum manusia terlelap, air mata selalu menemani tidur mereka. Isakan tertahan adalah lagu pengantar tidur yang begitu membekas di benak mereka. Suara keras bentakan, cacian, makian, serta keegoisan selalu saja tanpa henti menghancurkan tiap senti harapan manusia. Apakah itu semua ujian hidup yang harus manusia jalani? Ya, tentu saja aku mengerti. Bahwa semua itu adalah cobaan da...

Film Horor

Suatu sore, adik perempuanku bercerita bahwa teman-temannya sepulang sekolah tadi berencana akan menonton film terbaru di bioskop Kediri. Judul filmnya adalah the Ring. Aku hanya menanggapinya dengan gumaman tak jelas. Cuek-cuek saja. "Mbak, hari minggu nonton yuk. Aku pengen nonton the Ring. Katanya itu bukan film Jepang kok." "Hm, trus film dari mana?" kataku asal. "Gak tau." jawabnya sembari kembali menjabarkan tentang film-film horor yang tengah marak menjadi buah bibir teman-teman satu kelasnya. Dasar bocah SMP, masih mudah sekali terkena pengaruh. Sindrom ikut-ikutan kerap kali menjangkiti otak mereka. "Minggu mahal." kataku kemudian menjawab ajakannya. "Trus kapan? Oh iya, minggu jadi ya ke Korean Food." ulangnya. Itu adalah kalimat ajakan yang ke seribu sembilan ratus yang ia lontarkan sejak tiga hari yang lalu. Dan membuat telingaku seakan berdenging protes. Aku diam. Tak menggubrisnya. Karena saat itu aku tengah ...

Belajar Ngomong Inggris yang Asyik. Caranya?

Gambar
Di era gadget dan smartphone seperti sekarang ini, sudah bukan rahasia lagi jika masyarakat sudah tidak asing lagi dengan Bahasa Inggris. Bagaimana tidak? Setiap detik, setiap menit dan bahkan setiap membuka mata di pagi hari, apa yang pertama kali orang lakukan? Ya, benar. Cek ponsel. Hayo, ngaku. Kebanyakan pasti melakukannya entah itu untuk urusan pribadi, pekerjaan, maupun untuk keperluan sepele: mematikan alarm bangun pagi. Walau seringkali, mereka memutuskan untuk tidak berpindah semili pun dari tempat tidur, alias tidur lagi setelah alarm berhenti melolong. Seperti fakta yang telah lama digembar-gemborkan, Bahasa Inggris merupakan bahasa universal, bahasa Internasional. Yang mana sudah diakui oleh seluruh dunia sebagai bahasa penghubung bagi komunikasi lintas benua. Bisa dibilang, Bahasa Inggris telah menjadi bahasa kedua yang, di beberapa negara, wajib untuk dipelajari serta digunakan dalam keseharian. Sebagai contoh negara Singapura, Malaysia, Filipina, yang telah mengadop...

Tanda Tangan Lee Min Ho?

Pada suatu sore, aku berbincang santai dengan murid-muridku usai menjalankan pendampingan belajar Bahasa Inggris. Sore itu ditemani hujan gerimis, tiba-tiba si cantik yang kini duduk di kelas 6 menyeletuk. Ia mengajukan pertanyaan padaku. Air mukanya serius. Namun kesan polosnya tetap mendominasi. "Miss?" ucap Irga mengawali. "Hm?" tanggapku. "Miss Ulfa pengen ke luar negri ndak, Miss?" "Pengen." jawabku setelah sedetik berpikir. "Pengen kemana, Miss?" "Eng.. kemana, ya?" aku sejenak berpikir. "Miss Ulfa pengen ke Prancis, Inggris, Jepang–" "Nggak pengen ke Korea, Miss?" tanyanya tiba-tiba antusias, menyela penjelasanku. "Pengen dong." jawabku seraya mengerling padanya. "Oh, kalau gitu aku minta tolong boleh ya, Miss. Nanti aku nitip kertas sama bolpoin, buat minta'in tanda tangannya Lee Min Ho. Ya, Miss, ya?" Sontak tawaku pecah. Aku terpingkal seketika. Tak meny...

I can see you, but you can't!

Siapakah aku? Aku bukan siapa-siapa. Apa tujuanku kemari? Tak semua manusia mengetahuinya. Bahkan untuk sekedar menyadari hadirku pun jarang. Aku menemukannya. Targetku. Ya, target sasaran empuk. Ku sambar anak panah di punggungku, busurku siap membidik. Tiga, dua, satu. Anak panahku melesat. Begitu kencang! "Khh..." keluh seorang gadis seraya menahan sakit di sekujur ulu hatinya. Rasa yang tiba-tiba terasa saat seorang pemuda melewatinya. Dara, ada apa denganmu? Apa yang barusan? "Mas Real, apa sudah sampeyan kirimkan berkas yang bos minta?" tanya petugas Tata Usaha di sekolah itu kepada Real. "Sebentar lagi, mbak." jawab Real dengan anggukan sopan. Dara hanya memperhatikannya dalam diam seraya tetap fokus pada apa yang saat ini dikerjakannya. Seolah tak peduli pada Real dan Bu Fini yang saat ini tengah berbincang dengan Real. "Mari, Mbak Dara." sapa Bu Fini seraya tersenyum undur diri dari ruang perpustakaan di seko...

Kancil si Pencuri Hati

Pada zaman dahulu hiduplah seekor buaya tampan dan seekor kancil yang tidak terlalu tampan, tapi mapan. Suatu hari Kancil berniat untuk melamar seekor Merpati yang putih, elok nan anggun. Ia telah mempersiapkan sarang berlapis emas sebagai tanda kasihnya kepada Merpati. "Ti, aku... a-aku ingin mengatakan sesuatu padamu." gugupnya di hadapan semua kawan-kawan Merpati. "Secara pribadi. Empat mata." tambahnya cepat-cepat. Merpati memberi isyarat kepada teman-temannya untuk meninggalkan mereka berdua sendiri. Para merpati yang lain mengerling nakal pada keduanya. Mereka mengerti dan segera pergi. Dari kejauhan, sepasang mata yang mengkilat terus mengawasi gerak-gerik Kancil dan Merpati. Kemudian menghilang ditelan air danau. "Ada apa, Kan?" tanya Merpati setelah terbang ke ranting yang lebih rendah. Bahkan saat terbang pun Merpati terlihat sangat menawan di mata Kancil. "Ini." Kancil memulai. "Untuk apa ini?" Merpati mengernyi...