Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Detik-detik Tanpa Kata

Segar angin sepoi menghanyutkan lamun Aroma udara berdebu Matahari hampir tepat di atas kepala Silau, mataku menyimpit Tak sanggup lagi terjaga Kediri, 17 April 2018. 11:53 Oleh: Dymar Mahafa

Berat Memutuskan

Yang logis tak selalu yang benar Namun angin membawa pergi suara pembelaan diri Lagi-lagi jiwa terjebak dalam sayat-sayat kebisuan Bahagia hanyalah setitik uap air Lekas lenyap dalam balut udara dingin Pilihan hidup tak sepenuhnya benar Pun tak selalu keliru Timbangan terkadang berat sebelah Angka tak selalu menjadi pandu Namun air mata mengaburkan pandangan Menghalangi kaki menapak kebahagiaan Bahasa tak lagi sarat akan makna Kini ia adalah simbol carut marut Ide tak lagi tersampaikan secara lugas Maksud tak selalu sejalan dengan logika Diam tak selalu berarti setuju Bahasa telah berubah menjadi abu-abu Ia menyembunyikan apa yang diungkap Mengungkap apa yang disembunyikan Namun ragu Prasangka menjelma lagu Kediri, 14 April 2018. 01:03 Oleh: Dymar Mahafa

Andai

Berat hati menimbang Gerak gerigi roda kehidupan Yang membelenggu kebebasan Keterikatan antara angin dan bara api Berkobar membakar garis suratan ilahi Andai diri mengandai Rangkaian deret hitam dan putih saling merangkai Melukiskan garis abu-abu Lelah diri mengandai Merebah pasrah menimbun harap semu Kediri, 13 April 2018. 07:21 Oleh: Dymar Mahafa

Putri Malu

Protes Putri Malu kepada sapi betina Tak kan ku biarkan helai daunku rontok di mulutmu Tak kan ku biarkan kau mengunyah teman-temanku Wahai, hewan pemangsa tumbuhan Berjabat tangan dengan redup langit jingga Sembunyikan aku dari pemangsa berkaki empat Tenangkan dirimu Putri Malu Helai daunmu yang terkejut, menangkup Mereka 'kan kembali mekar bersama langit fajar Esok adalah hari yang cerah Tersenyumlah Kediri, 03 April 2018. 20:16 Oleh: Dymar Mahafa

Randa Tapak

Gambar
Biar ku tiup kepala mungil Randa Tapak Yang ku temukan di kawanan rumput liar Titip rindu untuk yang di seberang Tentu saja tak mungkin sampai di telinga orang itu Bodoh kamu Teruslah terbang Randa Tapak Jelajahi langit biru dan gemerlap awan Semakin tinggi, jauh, sampai kau rindu aroma tanah Pergilah, kemana pun hatimu menuju Tetaplah kuat, angin nahkodamu Sampai kau lelah, merebahlah Aroma tanah yang asing Tempat yang baru, selalu rindu kau tapak Lalu lahirlah kembali Bangun kerajaanmu yang baru Kediri, 01 April 2018. 15:35 Oleh: Dymar Mahafa